Wordpress Themes
RSS

Apa Kabar Flexter? #1

Mar 13
2010

Anda tahu Flexter?

Mungkin sebagian kita sudah tahu, mungkin sebagian lagi juga belum.

Baiklah saya akan coba cerita-cerita dikit yah, tapi mungkin akan bersambung.

Flexter itu diambil dari nama Flexi (TelkomFlexi, salah satu produk unggulan PT. Telkom), ya, dari Flexi, terus kata ‘ter’-nya itu dari mana?

Kemunculan Flexter adalah berawal dari kepentingan adanya community identity yang sangat diperlukan untuk membangun kesolidan sebuah komunitas, komunitas ini berawal sebagai member dari portal komunitas TelkomFlexi dengan alamat www.myFlexiLand.com. Saat itu sekitar tahun 2005-an, ups! Sudah berumur 5 tahunan yah? Adalah awal trend internet-social-network Friendster, dan TelkomFlexi, atas inisiatif GM Sub Divisi Content TekomFlexi, pak Widi Nugroho, mengharapkan TelkomFlexi memiliki web komunitas sejenis Friendster untuk member pelanggan TelkomFlexi via online.

Yah, via online, karena skenario TelkomFlexi yang CDMA itu memang salah satu kekuatannya adalah mobile data, dan TelkomFlexi ingin membuktikan hal itu!

Ok, balik ke istilah Flexter, dengan salah satunya mem-benchmark istilah Friendster, maka jadilah Flexter, sebuah istilah bagi pelanggan TelkomFlexi yang sangat lekat dalam menikmati. Perhatikan dengan kata menikmati di sini, karena dia akan jauh lebih lekat ketimbang kata merasakan atau menggunakan TelkomFlexi!

Kelekatannya itulah yang diambil dan ditegaskan dengan istilah “Yes, I am a Flexter!”

Dan keberadaan web online tersebut yang mendorong keberlangsungan istilah Flexter sebagai community identity bagi pelanggan TelkomFlexi. Istilah yang bagi member Flexter di pulau tercinta mereka untuk tetap solid mengakuinya. Ya, saya Flexter!

Maka, bentuklah community identity untuk sebuah upaya pengembangan dan pengelolaan komunitas agar long life, setidaknya sudah 5 tahun ini, para membernya tetap setia menjadi pelanggan TelkomFlexi!

Inilah salah satu manfaat utamanya bagi sebuah sales dan loyalitas produk!

Buku ini, What the Dog Saw karya Malcolm Gladwell, menurut saya sangat menarik dan saya beli di sela-sela waktu persiapan Speedy Game Championship yang diadakan di PVJ-Bandung sekitar 2 minggu yang lalu.

Oh ya, buku ini menarik karena menurut saya, buku ini ditulis oleh seorang penulis yang telah menghasilkan rentetan buku-buku terlaris sebelumnya dalam jangka waktu yang tidak begitu jauh. Artinya, dari sini memberikan gambaran, buku terakhir ini juga tidak kalah menariknya untuk disimak.

Bercerita tentang buku ini, ternyata agak berbeda dengan 3 buku karya Malcolm sebelumnya. Di 3 buku sebelumnya itu, Malcolm memulai sesuatu latar belakang, masalah, dan pada akhirnya memberikan literatur-literatur dan penelitian untuk sampai pada suatu fokus summary. Namun, dalam buku ini, Malcolm memberikan untaian-untaian cerita yang seolah berdiri terpisah-pisah, namun setelah ditelusur secara menyeluruh, Malcolm bercerita tentang tema generalisasi. Btw, sebagian untaian itu sepemahaman saya merupakan pendetailan atau setidaknya bersentuhan dengan sebagian bab di 3 buku sebelumnya.

Yah, generalisasi, adalah sebuah cara atau pola pandang terhadap suatu hal yang sepertinya terlihat normal dan normatif, namun dalam kasus-kasus yang spesial dengan dampak resiko tinggi, cara atau pola pandang tersebut harus dibedakan untuk mengetahui detail permasalahannya.

Bagaimana sebetulnya kasus kecelakaan pesawat John F Kennedy, sebagai contoh, apakah JFK sedang tercekat atau panik? Perbedaan tercekat dan panik adalah sangat penting, ketika panik adalah gambaran kesempitan karena keterbatasan sumber pengetahuan, sebaliknya tercekat adalah proses kesempitan memilih dari banyaknya sumber pengetahuan.

Bagaimana McKinsey dan beberapa konsultan lainnya melakukan generalisasi yang tidak tepat pada perusahaan berkasus besar, seperti Enron? Enron yang merupakan perusahaan ’star team’ mengabaikan budaya perusahaan untuk mencapai perusahaan yang berdaya juang dan solid. Enron lebih memilih untuk mendukung semua ide para anggota tim supernya dan membuang jauh kesolidan tim.

Satu lagi, bagaimana seseorang yang terlihat cakap dalam kesan pertama, sehingga dalam kasus Myer dapat mengelabui Steve Jobs, adalah kesan pertama yang ditangkap oleh sebagian orang sehingga berpendapat, kesan pertama sangat berpengaruh dalam keputusan bahwa calon penerima pekerjaan benar-benar memahami dan ahli dalam bidang pekerjaan nantinya. Padahal kesan pertama dalam penerimaan karyawan baru adalah maksimal 3 jam saja. Di bagian ini, seperti ada pengulangan dari buku Blink, kesan pertama itu ternyata cukup disimpulkan dalam maksimal 15 detik di pertemuan awal.

Profiling dari kepribadian, sebuah pertanyaan yang bisa jadi jebakan besar dan berpeluang beresiko tinggi bila profiling atas kepribadian seseorang ditangkap utuh tanpa filtering. Pada kasus kriminalitas dan dugaan pelakunya, bisa jadi profiling oleh tim intelijen senior akan sangat membantu, namun demikian ternyata profiling kadang berisi hal-hal yang paradoks, sehingga ada sebagian yang salah dan sebagian yang benar. Mengambil profiling sebagai absolut benar adalah sangat beresiko tinggi, karena para pelaku kriminalitas itu tentunya berjuang pula untuk menghindari kemudahan profiling.

Para perintis, sebagian kecil orang yang sukses, setelah sukses biasanya dibilang sebagai genius, padahal mereka berjuang dengan beraneka ragam perjuangan dalam konsisten menuju sukses. Bagi mereka berlaku pemeo, dunia bagi cacing lobak adalah setara ruang lobak itu.

Si genius muda dan si terlambat panas, keduanya pada suatu masa akan dihitung sebagai tokoh sukses di bidangnya, namun si terlambat panas biasanya karena bekerja tanpa rencana di awal yang baik, sehingga sebagian besar di antaranya melakukan pengulangan-pengulangan yang tidak perlu, sehingga mengalami keterlambatan bahkan sampai 30 tahun! Berbeda dengan si genius muda yang bergerak dengan rencana matang di awal dan langsung berproses sesuai rencana, yang hmmm bagi sebagian orang masih absurd.

Detail lainnya, monggo dibaca bareng-bareng.

Nuwun.

Ini adalah ringkasan bagian ketiga dari buku Marketing in Crisis karya pak Rhenald Khasali yang menjelaskan bahwa dalam kondisi krisis yang tiba-tiba, semua orang sulit membaca krisis. Masing-masing orang mengolah data dan menganalisisnya yang mana kebanyakan hanya mengumpulkan data dari sejauh pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, dan bagi yang belum pernah terguncang krisis akan mengalami keterkejutan yang luar biasa.

Dalam kondisi tersebut, diperlukan manusia yang memiliki penglihatan sakti, yaitu anggota tim yang memiliki pengetahuan dan pengalaman hidup berlimpah dalam melihat dan menangani krisis serta didukung dengan keberadaan kebajikan, wisdom, dalam penerapan penanganan masalah. Selanjutnya dalam penerapan penanganan masalah perlu diperhatikan kelompok anggota tim dan ‘pengalokasian peran’ untuk mendukung kekompakan dalam mencapai tujuan, yang mana pengelompokkan anggota tim tersebut dapat melihat perilaku manusia berdasarkan brain-color.

Selamat membaca.

Wisdom of Raiden

Wisdom of Raiden

sumber gambar: http://a.rampal.free.fr/fanarts/raiden2.jpg

===========================

Semua Orang Sulit Membaca Krisis

Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dalam membaca krisis, bahkan tokoh-tokoh ekonomi dan politik memiliki pendapat dan hasil pembacaan yang berbeda, walaupun menggunakan data-data yang hampir mirip sama. Pada bagian ini seolah menuangkan permasalahan yang terjadi bagi perusahaan dan entitas bisnis yang mengalami kesulitan dalam memahami krisis yang sedang melanda.

a. Tengok Kiri-Kanan

Masalah terbesar manusia adalah bekerja dengan asumsi, dan asumsi adalah ibu dari kebingungan. Sehingga ketika masing-masing individu diminta menyampaikan sebuah kesimpulan, maka yang dilakukan adalah proses pengkristalan dari pengumpulan data di sekelilingnya untuk selanjutnya membuat kesimpulan, begitu juga dengan kesimpulan sebuah krisis.

b. Sejauh Mata Memandang

Manusia dibatasi dengan kemampuan dan pengetahuannya untuk memahami sebuah kasus, sehingga cara pandang satu orang dengan orang yang lain yang memiliki kemampuan jarak pandang yang berbeda tentang suatu kasus akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

c. Pemula Selalu Terkejut

Manusia memiliki potensi keterkejutan pada waktu menghadapi masalah-masalah yang belum tidak biasa dan tidak terduga, sehingga manusia akan terus berkembang pengetahuannya dengan menyerap sebuah peristiwa menjadi suatu kebiasaan dan meningkatkan kadar kempuan praduga.

d. Mata Sakti

Pengalaman hidup dan keilmuan memberikan kemampuan manusia untuk mampu melihat masalah dengan tata nilai dan belief yang lebih baik, sehingga menjadi manusia yang memiliki cara pandang yang sakti, tak terkalahkan.

e. Kepribadian Menentukan Penglihatan

Kepribadian yang bersumber pada pengalaman hidup dan keilmuan memberikan kemampuan dalam melihat sesuatu masalah tidak hanya pada sejauh mata memandang secara fisik, namun lebih jauh di balik apa yang bisa dilihat oleh mata fisik kita.

f. Kebajikan

Meskipun pengetahuan baik pengalaman hidup ataupun keilmuan adalah penting, namun pengetahuan yang bersifat hidup karena dapat dipatahkan oleh pengetahuan yang muncul belakangan, harus ditempatkan pada kebajikan penerapannya. Sebuah kebajikan, wisdom, memberikan seseorang lebih sekedar pemimpin biasa, karena mampu memberikan visi, harapan, dan inspirasi.

g. Brain Color

Warna otak adalah sebuah term yang menyatakan keberbedaan pola pikir dan tipe manusia dalam menghadapi masalah dan krisis. Otak berwarna oranye berpikir bebas tanpa belenggu penuh inovasi, otak hijau berpikir kritis dan logis, otak biru merekatkan orang dan senang menolong walau sering kurang tajam, dan otak kuning biasa bekerja sistematis dan kurang mampu berpikir paradok serta konservatif.

Di luar Awan Nan Gelap Ada Matahari

Pada bagian ini dijelaskan mengenai penggunaan kata Awan dan Kegelapan dengan mengambil tulisan-tulisan yang bisa mudah ditemui serta sesuai dengan analisis lingkungan yang terkini. Pak Rhenald memberikan gambaran dua mashab, kelompok pemikiran, tentang krisis dan menguraikannya secara faktual nan menarik.

a. Mashab Awan-Gelap
Mashab awan gelap percaya dunia itu datar dan matahari punya waktu kerja dan waktu istirahat yang sama, sewaktu matahari terbit maka seluruh dunia akan terang dan begitu sebaliknya bila matahari tidak bersinar maka seluruh dunia akan berada dalam kegelapan dan itu terkait dengan Mashab dunia itu datar. Mashab dunia itu datar pada saat ini dibawa oleh Thomas Friedman dalam bukunya ‘The World is Flat’, yang mana mashab itu ditandai setidaknya dengan 10 kejadian besar di dunia, yaitu:
i. Robohnya tembok Berlin yang mampu mendorong perobohan ekonomi sentralistik komunisme menjadi ekonomi pasar besar dan membebaskan semua warga dunia bebas ke manapun.
ii. Dunia terhubung oleh Web dan Netscape sehingga semua kalangan manusia bisa saling terhubung dan berhubungan dengan mudah menembus batas ruang dan waktu.
iii. Pekerjaan antar mesin terhubung memungkinkan terciptanya kolaborasi-kolaborasi ke dalam pendataran, seperti uploading, outsourcing, offshoring, supply chaining, insourcing, dan informing. Kolaborasi tersebut menciptakan bahasa yang disepakati dan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama.
iv. Uploading memberikan kemungkinan lebih dalam dalam proses kolaborasi dan mutualisme, sehingga semua orang bebas berpartisipasi dan mengembangkan kolaborasi tersebut.
v. Outsourcing memberikan peluang efesiensi perusahaan dengan mengganti gaji sebagai fix-cost dengan biaya yang variabel melalui pembiayaan sesuai produktivitas.
vi. Offshoring memberikan metode rantai produksi sebuah produk dalam jumlah sangat besar pada suatu area dan bergerak secara masif.
vii. Modernisasi mata rantai pemasok memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki efisiensi, tepat waktu, dan memahami kebutuhan konsumennya.
viii. Kolaborasi horizontal untuk menciptakan nilai tambah (insourcing) pada setiap industri, masing-masing pihak mengambil posisi penting dan menutupi lubang pihak lainnya.
ix. Terciptanya Mesin Pencari dan Klarifikasi (informing) memungkinkan semua orang dapat melakukan track-record semua orang dalam waktu yang sangat singkat dan mudah.
x. Berkembang pesatnya teknologi supercanggih memberikan kemungkinan-kemungkinan percepatan perpindahan proses dan aktivitas.
Kedataran dunia menurut Teori Friedman tersebut yang berperan sangat besar dalam penyamaan jalannya matahari, sehingga gelap di satu sisi akan pasti menjadikan seluruh dunia dalam kegelapan.

b. Mashab Terang-Gelap
Mashab ini percaya bahwa seluruh kejadian di dunia ini terjadi secara berpasang-pasangan, ada sehat pasti ada sakit, dan ada gelap pasti ada terang. Keduanya berjalan bersamaan, ketika ada di suatu lokasi terjadi gelap, maka di suatu lokasi lainnya pasti terjadi terang. Ketika di suatu lokasi yang gelap, kemungkinan ada yang sehat dan ada yang sakit. Begitu juga sebaliknya, di suatu lokasi yang terang, kemungkinan ada yang sakit dan ada yang sehat. Walau kadang, dalam lokasi yang gelap, orang lebih suka memilih sakit untuk menjustifikasi kemalasannya.

c. Interaksi Terang-Gelap
Dunia ini mengalami perubahan yang fundamental dengan adanya hukum refleksivitas, yaitu bahwa dunia yang terkait satu dengan yang lain telah mengakibatkan hasil yang dicapai berubah dari menit ke menit dengan adanya kemungkinan pemahaman dan partisipasi informasi, sehingga menjadi manipulasi informasi yang terus dinamis.

d. Serba Paradoks
Dunia memasuki era baru yaitu era yang terkait satu dengan yang lain dan menyebabkan dunia ini mengalami penuh goncangan (turbulent era). Pendapat Charles Handy bahwa semakin bergejolak, semakin paradoks, kontradiktif, dan inkonsitenlah segala kebenaran di dunia ini. Dalam kacamata marketing dan bisnis adalah ketika banyak perubahan negatif suatu bidang, maka di dalamnya menyimpan potensi keuntungan yang sangat besar dan begitu pula sebaliknya.

e. Relaksasi Constraint
Adalah sebuah cara pandang dan cara bersikap untuk menghadapi turbulent era dengan cara memberikan peluang bagi kreativitas dalam menghadapi setiap masalah, sehingga tidak terbelenggu pada batasan prosedural (procedural based) dan memberikan ruang kemungkinan yang sangat bebas pada hasil (result based). Hal ini akan memberikan dampak bagi pemegang kendali aktivitas untuk bebas berkreasi dan memberikan peluang untuk bermimpi mencapai hasil yang sangat besar, berbeda daripada hanya sekedar hasil yang bersifat prediktif.

f. Tuntutan Fleksibilitas
Fleksibilitas adalah kunci dari kreatifitas dan peluang bermimpi besar dibanding memberikan batasan-batasan yang kaku sehingga dapat menimbulkan kegagalan dalam pertempuran dan persaingan, benih konflik, dan benih kerugian di dalam turbulent era ini. Namun Fleksibilitas ini memiliki sejumlah karakteristik, yaitu keterbukaan, menyajikan alternatif pilihan, menghargai realitas di lapangan, dan fleksibilitas tetap terbatas, serta menuntut entrepreneurship.

g. Kemampuan Beradaptasi (Change)
Ketika perubahaan berlangsung sangat cepat, maka kunci untuk dapat mengalahkannya adalah kemampuan dalam melakukan adaptasi atau perubahan. Beberapa bidang yang harus diperhatikan dalam perubahan antara lain perubahan teknologi, perubahan produk dan jasa, perubahan struktur dan sistem, dan perubahan SDM.

Sudah hampir 3 bulan buku ini ngendon setelah katam membacanya, mangkrak, iseng buka-buka lagi dan mencoba iseng juga untuk membuat ringkasannya. Nah, ini adalah sedikit ringkasan yang coba saya bagikan secara per bab.

Kalau ada kritik dan diskusi seputar ini, sumonggo saja untuk menambah wawasan dan kasanah pemikiran kita, khususnya di bidang marketing, wa bil khusus lagi dalam suasana krisis sekarang ini.

#1 - Awan itu Terlalu Gelap
Awan yang gelap itu berada di Amerika Serikat, sebagian negara Eropa, dan negara-negara yang menggantungkan hidupnya pada kedua benua tersebut, krisis tersebut disebabkan adanya kerugian di sektor keuangan Amerika Serikat sebesar US$42,6 Triliun dengan sumbangan terbesar pada produk sintetis Credit Default Swap (CDS). Inilah term Awan Gelap yang dimaksud, namun lebih fokus lagi, di manakah awan gelap itu? Dan kekawatiran tersebut timbul manakal awan gelap itu dapat berarak pindah ke tempat lainnya.

Awan gelap di Amerika dengan salah satunya ditandainya penyelamatan industri otomatifnya seolah cepat berarak ke tempat lain, terbukti industri otomotif Jepang menyatakan pendapatannya akan menurun, industri properti di Cina mengalami pergolakan dengan ditandai adanya kerusuhan massal dan ramalan akan adanya kebangkrutan perusahaan pengekspor ke Amerika Serikat. Kegusaran dan ketakutan juga segera menyebar ke negara tetangga Indonesia berupa ketakutan riil ataupun ketakutan perseptual yang belum tentu benar adanya serta seolah memberikan pernyataan besar ke pemerintah untuk melakukan perubahan dan bertindak agar selamat.

======
Ini adalah model bab pembukaan dari tulisan pak Rhenald yang menurut saya bukan hanya sekedar pakar management namun lebih mendorong kepada motivator management. Beliau memberikan dorongan kepada individu - tim - organisasi - korporasi untuk selalu memiliki motivasi, belief, confidence dan trust antar semua komponen pendukung tujuan yang telah ditargetkan.

Model-model bab pembukaan seperti ini ada di beberapa buku pak Rhenald, memberikan gambaran yang penuh realitas dan tidak dibombastiskan sehingga mengajak kita mengetahui secara benar-benar kondisi lapangan sebagai masukan bagi tiap komponen di atas.

Next Page »
Porn Videos website monitoring