Dunia Yang Datar
Oom Thomas dalam bukunya The World is Flat benar-benar membuka cakrawala kita akan kedataran hubungan antar individu yang difasilitasi oleh perkembangan Web yang memungkinkan semua user dapat berinteraksi & berkolaborasi serta berpartisi tentunya.
Dengan terbukanya fitur-fitur di internet, saya lebih suka bilang fitur tinimbang portal, seperti Internet Social Network (ISN), Blog, Video/ Picture upload space yang sangat buanyak pada saat ini. Bahkan seorang individu anak SMA pun dapat meng-create sebuah fitur ISN ataupun Youtube likes! Karena yah, ketersediaan open platform untuk fitur-fitur itu.
Kembali ke istilah datar di atas, kedataran tersebut ditujukan pada konteks hilangnya batasan (border) yang selama ini (tradisional) membatasi kemungkinan terciptanya sebuah hubungan, seperti socio-economy, misalnya. Bahkan seorang awam pun tiba-tiba bisa berteman dengan Soetrisno Bachir ataupun Barack Obama, misalnya.
Terkait dengan konteks datar tersebut, dalam era New Wave Marketing, hubungan antara produsen (corporate) dan konsumen sudah selayaknya menjadi datar juga. Karena produsen sekarang tidak bisa semena-mena memberikan berita secara satu arah dengan ditujukan pada konteks tutup telinga ataupun tidak peduli. Semua konsumen dalam hitungan detik dapat menyebarkan berita tentang pengalaman pribadinya dalam mengkonsumsi suatu produk.
Konsumen bisa bilang bahwa pengalamannya tersebut bagus ataupun tidak secara gampang, ketimbang model media komunikasi tradisional yang melalui koran (misalnya) dalam bentuk suara pelanggan, yang bisa jadi peluang tampil share pengalaman tersebut bisa gagal.
Ketika semua konsumen dapat dengan mudah menyebarkan berita tersebut dengan tanpa batasan (borderless), bahkan kapanpun dan di manapun (mengacu kepada mobile connectivity), mau tidak mau produsen harus bersikap hati-hati.
Kehati-hatian tersebut adalah bagian dari konteks pengembangan kepercayaan (Trust) antara produsen dan konsumen, sekali konsumen tidak percaya, bisa jadi churn produknya akan meningkat. Di satu sisi, sebetulnya kedataran dunia tersebut memberikan kemudahan bagi produsen untuk memperoleh masukan kebutuhan (needs) ataupun tujuan dari konsumen terhadap suatu produk ataupun produsen.
Maka… dalam dunia yang datar, semua orang bisa berbicara kepada khalayak luas, berhati-hatilah wahai produsen.

Ikatan Alumni SMK Telekomunikasi Malang » Blog Archive » Dunia Yang Datar responds:
Posted: December 31st, 2008 at 3:59 pm →
[...] Read original post at http://cakusma.com/?p=164 [...]