Awan Gelap Atau Terang?

Posted April 16th, 2009 by Cak Usma

Seminggu ini saya membaca buku pak Rhenald Kasali, “Marketing In Crisis”, isinya sangat dahsyat untuk menggugah semangat dan motivasi kita di tengah-tengah kondisi lingkungan sekitar (baca: ekonomi) yang begitu meresahkan. Persaingan bisnis di segala sektor, termasuk industri telcos yang sepertinya sudah ‘hampir selesai masa pertempuran hebatnya’ dan akan diikuti dengan parade ‘akuisisi dan penggilasan’ sebagai sunatullah (hukum alam) hasil persaingan.

Buku ini seolah menjawab beberapa pertanyaan mendasar saya tentang teori Friedman dengan “The World Is Flat”-nya. Beberapa point penting Friedman saya setuju, namun gabungan dari beberapa point tersebut membuat saya bingung dan sepertinya berakibat pada pendapat tidak setuju.

Salah satu ketidaksetujuan saya pada Friedman adalah seolah-olah menutup kemungkinan semangat tumbuh bagi industri-industri non skala giant, karena seolah-olah pula semuanya sudah dikuasai secara menyeluruh oleh industri skala giant dikarenakan ke-flat-an, tanpa batas, dan ke-horisontal-an dunia tersebut. Nyatanya perangsekan industri giant itu sebetulnya tidak terlalu besar, walaupun kita berpotensi terus terangsek (tertinggal), bila tidak memulai mengejarnya.

Industri Giant itu bisa berbentuk penguasaan industri ritel oleh grup Carrefour, mata rantai jaringan distribusi yang sangat efektif & hemat, sampai dengan industri telcos & informatika dalam bentuk internet-social-network. Nyatanya permainan di industri lokal jauh lebih berperan daripada permainan lokal-non lokal, bahkan Facebook & Friendster (dan ISN sejenisnya) berkembang membentuk koloni-koloni lokal, katakan dengan jujur teman kita di jaringan pertemanan itu lebih banyak teman lokal atau teman non lokal (bule or tinggal di luar Indonesia)?

Saya sempat membaca resensi buku pak Hermawan, “The World Is Still Round, Marketing Is Flat”, beberapa minggu yang lalu, namun saya baru memutuskan membeli setelah membaca buku pak Rhenald ini. Hal ini karena saya melihat esensi yang ditawarkan pak Hermawan masih belum menjawab secara penuh ketidaksetujuan saya terhadap teori Friedman.

Pak Rhenald menawarkan sebuah cara pandang yang sangat-sangat berbeda dan itu benar secara logika, saya sangat setuju. Bahwa dunia tidaklah secara nyata datar berada dalam satu waktu (baca: suasana lingkungan), namun dunia memeliki keseimbangan, ada siang ada malam, ada terang ada gelap.

Terang dan gelap adalah sebuah cara pandang menghadapi suatu permasalahan, kadang kebanyakan kita terjebak pada sesuatu yang memang benar nyata, namun karena sebagian besar kita lebih memilih untuk bersikap pesimis, maka rasa pesimis itu terus menyebar, dan akhirnya mengalahkan motivasi yang seharusnya terus terjaga.

Amerika dan Eropa dalam paradoksnya (sepertinya saya ketemu buku yang cocok untuk membuka kunci pemikiran Gus Dur tentang ini: lain kali ceritanya) boleh mengalami kegoncangan ekonomi yang bisa dibilang sebagai Awan Gelap. Namun, bisa jadi di belahan dunia lainnya ada Matahari di belakang Awan Gelap tersebut, Awan Terang, sebuah harapan!

Karena adanya hukum keseimbangan, maka Awan Gelap itu dapat juga mengalir pindah ke tempat lain dan tidak menutup kemungkinan akan ada di sekitar kita. Namun, senyampang Awan Kita Tidak Terlalu Gelap, jangan lantas memutuskan bahwa Awan Kita Memang Gelap, sebuah justifikasi bagi kemalasan kita. Saya setuju, dan point saya adalah kemalasan dalam bersyukur nikmat salah satunya.

Maka, sepertinya perumpamaan Awan tersebut menjawab atau searah dengan tulisan saya di blog ini “David Vs Google-at”. Selalu ada terobosan baru bagi kita bila mensyukuri nikmat dalam bentuk pemanfaatan akal dan kreativitas!

Percayalah!


One Response to: “Awan Gelap Atau Terang?”

  1. Ikatan Alumni SMK Telekomunikasi Malang » Blog Archive » Awan Gelap Atau Terang? responds:
    Posted: April 16th, 2009 at 4:07 am

    [...] Read original post at http://cakusma.com/?p=199 [...]


Post a Comment

Enter Your Details:


You may write the following basic XHTML Strict in your comments:
<a href="" title=""></a> · <acronym title=""></acronym> · <abbr title=""></abbr>
<blockquote cite=""></blockquote> · <code></code> · <strong></strong> · <em></em>

  • Including a link in your comments will require moderator approval. No Spam please.
  • If you’re a first-time commenter, your reply will be held for moderation. Sorry.
  • Please do not force me to have to edit or remove your comments. No Spam please.
  • Your mature and responsible replies are greatly appreciated by all. Thank you.
Enter Your Comments:


Note: This is the end of the usable page. The image(s) below are preloaded for performance only.