Bantalku Tak Nikmat Lagi
Setelah berpuluh-puluh tahun kita dilahirkan ibunda ke dunia,
hingga akhirnya kita uzur dan bersiap meninggalkan dunia,
hingga dunia sudah mendekat ke akhirat,
akankah cahaya terang atau kegelapan yang kan kita peroleh?
Ketika ajal tiba kepada kita,
Izrail diperintahkan mencabut nyawa kita,
Izrail datang dengan wajah bercahaya kemilau seribu matahari ataukah,
Izrail akan datang dengan wajah hitam legam menakutkan?
Ketika Izrail bersiap mencabut nyawa kita,
Akankah dia akan memukulkan godam ke kepala kita?
Ataukah dia akan hormat dan ‘nyuwun sewu’ kepada kita?
Ketakutan atau senyum manis kita, yang mereka tahu.
Ketika nyawa kita dicabut dan dibawa ke Allah Yang Esa,
Apakah semua malaikat berlomba menghirup hembusan angin ruh kita?
Ataukah mereka berlomba menutup hidung mereka?
Bau bangkai yang teramat sangat ataukah wangi surga?
Ketika terompah itu sudah meninggalkan kita,
Apakah Munkar Nakir datang bersahabat dengan kita?
Ataukah mereka datang beremosi membara?
Sesi wawancara yang tak kan pernah terlupakan!
Ketika wawancara usai,
Akankah lubang kubur menghancurkan tubuh kita?
Akankah akan diperluas hingga 70 hasta?
Bersiaplah dengan seberapa luas tanah kehidupanmu.
Siapakah temanmu?
Akankah 70 naga besar yang akan menyemburkan api kepadamu?
Ataukah bidadari-bidadari surga, cermin amalmu?
Bersegera kiamat ataukah meminta kembali ke dunia?Â
Kalaulah umurmu tinggal sedepa, dari umur Guru Abadi kita,
sedang alam hidup setelah kematian dunia begitu panjang,
sedang panjangnya tidak terkira dan tak dapat dibetulkan lagi,
akankah kita tertipu dengan fananya dunia ini?
Â
-bantalku tak nikmat lagi-
Â
kw responds:
Posted: August 6th, 2007 at 12:05 pm →
wah berat mas. aku gak tahu mudah2an saja aku tak meringkuk di alam kubur dicambuk malaikat izrail. :
salam kenal
nice 2 meet u