Profil

Terima kasih atas kunjungan di situs pribadi Cak Usma, sebuah nama panggilan dari nama lengkap saya Hari Usmayadi.

Saya dilahirkan di sebuah desa kecil di kota Semarang sekitar daerah Jatingaleh pada tahun 1977. Pada dasarnya saya termasuk orang yang berpenampilan sederhana dan apa adanya. Memiliki hobby membaca sebagai bagian dari proses belajar saya yang terus berjalan.

Saya memulai proses pendidikan formal di SDN I ABC Semarang Timur dan lulus dengan nilai lumayan bagus, sehingga bisa diterima di SMPN 5 Semarang, sebuah sekolah menengah pertama yang menjadi idaman anak-anak Semarang. Persis di belakang pasar Kagok jalan Sultan Agung, jadi saban hari harus bertemu dengan pasar tersebut serta pulang balik ke terminal Jatingaleh (yang juga berfungsin sebagai pasar). Sebuah ritual harian, yang mana orang tua saya memanfaatkannya sebagai media belajar dengan melakukan ‘kulakan’ untuk dijual di warung kecil depan rumah. Adalah gambaran yang sering ditemui teman-teman saya, saya pesan tempat di bagian depan dokar (kendaraan umum ditarik kuda: andong/ pedati) dengan membawa bungkusan plastik besar yang transparan. Anda bisa melihat dengan jelas bungkus kopi-tugu-luwak atau makanan anak-anak sejenis wafer!

Selepas dari SMP favorit itu, setelah membatalkan daftar ulang di SMAN 3 Semarang, saya meluncur ke Malang, sekolah favorit STM Telkom Malang, berpisah dari orang tua dan benar-benar memulai suatu hal yang baru jauh di Jawa Timur. Terus terang bagi saya sangat berat waktu itu, karena tidak ada sanak famili dekat yang dapat dijadikan tempat menghilangkan kepenatan sewaktu hari libur. Jangan bayangkan saya memiliki uang berlebih untuk terus berhubungan dengan orang tua di Semarang, karena untuk keperluan keseharian di Malang dengan banyaknya tugas sekolah menjadikan dana kiriman orang tua sangat mepet. Tidak jarang pada waktu pulang menyewa komputer di seputar jalan Bendungan Sutami ke tempat kost di Bareng Tengah dekat Pasar Bareng Malang mesti jalan kaki, walaupun tengah malam jam 1-2 sekalipun, maklum karena tugas mesti dikumpul besok (nanti) pagi. Hehehe… meskipun melewati kuburan yang gelap sekalipun, sesama hantu dilarang saling menakuti lah ya. Terima kasih kepada Bapak/ Ibu guru di STM Telkom Malang yang memberikan pelajaran bagi saya bagaimana menahan air liur nikmatnya jagung bakar di malam yang dingin kota Malang, sebuah tantangan berat lainnya bukan?

Saya lulus di STM Telkom Malang tahun 1995 dan magang di Telkom serta menjadi tenaga kerja harian di koperasi Telkom sampai November 1998. Sembari saya kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer dan Management (STIKOM) - Surabaya. Syukurlah dengan sekali lagi keterbatasan dana yang luar biasa, saya bisa lulus dari sekolah yang juga kampus swasta favorit di Surabaya itu. Bayangkan saja, honor saya tiap bulan hanya sekitar 300 ribuan dan… biaya kost saja sudah 75 ribu per bulan. Yah… berkah Tuhan sangat membantu menurut saya. Per November 1998 saya diangkat menjadi calon pegawai PT. Telkom, yang dalam pemahaman saya, itu adalah salah satu bentuk penghargaan kepada kami yang mengembangkan jaringan intranet di lingkungan Telkom, sehingga muncul portal intranet, portal ecommerce, server email berbasis pop3/smtp, dan seterusnya.

Tahun 2002 saya menikah dengan istri saya, Dyah Kusumaningratri, sebuah prosesi yang sangat-sangat berat bagi saya. Hal ini dikarenakan sewaktu saya nikah, saya sedang menempuh pendidikan S2 Teknik Komputer di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) - Surabaya dengan biaya mandiri dan… orang tua mengharuskan saya memiliki rumah terlebih dahulu sebelum nikah. Sekali lagi berkah Tuhan membantu saya, yang waktu itu menjadi staf dengan grade kepangkatan 2 tingkat lebih tinggi dari yang terbawah.

Tahun 2004 saya pindah ke Jakarta, dan setelah lulus dari ITS dengan tema karya akhir membahas Trustworthy System & Risk Management IT, saya tertarik dengan dunia marketing, dunia yang menurut saya dari zaman pertanian, zaman industri dan sampai dengan saat ini tidak pernah mati! Saya harus mempertimbangkan waktu kuliah, karena ‘medan pertempuran’ berbeda dengan Surabaya, di Jakarta kita tidak bisa pulang sebelum maghrib, normalnya adalah jam 18:30an, hal yang menurut saya tidak mungkin untuk mengambil kuliah sore. Jadi pilihan saya jatuh ke kampus Mercu Buana di Menteng yang membuka kesempatan kuliah hari Sabtu/ Minggu, setidaknya saya masih bisa beristirahat satu hari dalam satu minggu untuk kembali fit beraktivitas di kantor. Syukurlah saat ini sudah lulus dari Mercu Buana setelah kuliah berkonsentrasi di Pemasaran (MM Marketing) dengan tema karya akhir adalah Viral Marketing & Loyal Advocate Customer, menurut saya hal ini adalah suatu hal baru pada saat ini dan sangat dibutuhkan di ‘gelombang’ ekonomi berikutnya.

Btw, saya termasuk keluarga yang cukup bahagia (kalau tidak mau dikatakan sangat bahagia), dengan kehadiran dua buah hati saya, Hasyim Muhammad Kreshna ‘Ari dan Nailul Izzah Kesuma ‘Ari.

Salam jumpa dan kenal dari saya, Usma.

-usma-

mencoba selalu memahami dan mengikuti petunjuk Guru Abadi




Note: This is the end of the usable page. The image(s) below are preloaded for performance only.